“Aku sadari, suatu hari nanti mungkin aku tak’kan seberuntung kisah-kisahku yang lalu…”

“Aku sadari, suatu hari nanti mungkin aku tak’kan seberuntung kisah-kisahku yang lalu…”

Berapa banyak yang kita tahu, berama lama waktu yang akan kita nikmati.

Hari-hari perjalanan tak pernah terpikirkan, apa yang akan terjadi detik demi detik berikutnya.

Sementara malaikat maut mengintai mendampingi perjalanan ini.

Tak ada yang tahu dan mungkin hanya segelintir yang merasakannya.

 

Apa yang bisa kita lakukan diperpanjangan waktu…

Apa yang harus kita perbuat, disaat bonus waktu kita dapat

Apa yang hendak kita kata, ketika udara masih bisa kita hirup

Apa yang akan terucap, disaat waktu terus menemani

 

Jangan pernah kita sia-siakan sedikit waktu yang tersisa

Jangan pernah terlena dengan pemberiaan Sang Maha Pencipta

Jangan lalai untuk menjemput pahala

Jangan biarkan waktu membelenggu dengan jeruji duri

 

Saat kita mendaki,

Ketika perjalanan menembus semak belukar kita lalui

Tak kala kaki-kaki ini teranyun menggapai tanah-tanah tertinggi

Kala itu keceriaan yang melukiskan karya Yang Maha Sempurna

 

Mari kita mulai berbagi

Berbagi kebahagian kepada mereka

Berbagi suka cita untuk mereka

Berbagi kebaikan demi mereka

 

Hari yang kita lalui

tak akan pernah sama dan mungkin tak pernah akan kita lampaui kembali

Hari yang masih berbagi

Jadikan sebagai hari terakhir untuk memberikan pesan kebaikan dan menggapai pahala kebenaran.

 

“Hijjau, sepenggal perjalanan….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

head>