Sebuah Kekhawatiran dan Kebanggaan

Sebuah Kekhawatiran dan Kebanggaan

Jauh dilubuk hati ini terkadang selalu gundah gulana, banyak hal kekhawatiran… sebanyak harapan yang selalu dipanjatkan.

Kadang terbersit kekecewaan serta kemarahan akan sebuah masa yang harus dihadapi, dimana masa itu kadang tak seiring-sejalan dengan idealisme yang terus dibawanya.

Peperangan sering kali terjadi dalam diri ini, semua berkecamuk untuk mendapatkan jawaban dan kemenangan yang akan mendominasi sebuah jejak langkah.

Tak bisa dipungkiri hal itu membuat rasa lelah yang sangat, yang menguras energi yang tak terkira.

Mungkin hari-hari itulah yang kerap kujalani dan kulalui. Beragam peristiwa terjadi yang keseharian selalu kuperhatikan dan kujadikan pengalaman yang berharga. Warna-warni para penggiat alam saat ini begitu beragam menghias buku harian penggiat alam bebas. Bahkan warna yang dulu tak pernah kukenal dijaman ku.

Warna itu begitu mempesona dan mengakar pada diri mereka walaupun warna itu tanpak samar dan mudah hilang dihembus angin perubahan. Tak ada tempat untuk menjejak kaki yang lebih dalam, karena warna yang mereka bawa hanyalah sebuah warna tanpa makna yang menghiasinya.

Bukan tak ingin ikut mewarnai pola itu untuk lebih menyemarakan sebuah pesta tanpa tujuan. Tapi terkendala hati dan ujian sebuah rasa yang masih tetap setia.

Warna-warni itu terus mengusik jalan yang dirintisnya, Yang menyamarkan jalan yang semestinya dituju dan dijadikan pegangan.

 Disaat itulah kekhawatiran, kekecewaan dan kemarahan hinggap menggoda rasa dan jiwa. Menggelitik nurani untuk menghakimi dan meledakan isi dunia.

Namun waktu yang pernah dijalani dan warna yang tetap digenggamnya mampu meredam dan membelai gejolak hati. Begitupun warna-warna yang tercetak tebal dari riuh-pikuk ragam warna yang mengelilinginya. Walau warna itu tak dominan namun begitu jelas jejak tebal yang dicetaknya sehingga tak kan tenggelam oleh warna-warna semu yang begitu dominan.

Ada sejuta harap dan doa untuk bisa menebalkan dan memberikan ruang serta jalan yang tak buntu untuk warna itu. Agar bisa ikut mengalir laksana air yang tak akan tertahan oleh penghalang.

Setetes embun mampu mendinginkan hati, dan memberikan semangat untuk tetap bertahan dalam sebuah perjuangan yang tak akan pernah kunjung usai. Warna itu akan semakin semarak dengan berbagai corak, namun corak itu tak akan bisa menghentikan warna putih yang menjadi landasan dalam berpijak.

“Hijjau, sepenggal perjalanan…”  13 April 2015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

head>