antara Cinta, Kewajiban dan sebuah Tanggung jawab

antara Cinta, Kewajiban dan sebuah Tanggung jawab

Lama terasa udara yang selalu dirindukan itu dapat kuhirup kembali. Tak seperti dulu yang begitu dekat dan menjadi bagian dari kegiatan rutin yang dijalani. Berseda gurau dan bercengkrama dengan alam menjadi kenikmatan yang tak terkirakan.

Ahhh…terasa kenangan itu menyeruak hebat diantara gemuruh aliran darah dalam dada, bergolak membangkitkan semangat yang tak pernah surut. Tak ada yang berubah dan tak ada rasa menyesal untuk tetap merengkuh keyakinan yang terpatri.

Waktu boleh berganti, namun rasa cinta dan kangen sepertinya tak kan tergantikan. Perubahan adalah hal yang pasti dan tak bisa dipungkiri, begitupun dengan diri ini. Saat ini ku tak lagi sendiri mengelana mencari sebuah pertanyaan yang selalu menghantui. Kali ini aku tak seorang diri merasakan kenikmatan akan bisik sebuah kebajikan dari belukar yang sering kulewati.

Tak terasa, saat ini telah hadir pendamping setiaku dalam mengarungi hidup ini. Dan…seorang bidadari kecilku yang cantik membuat rasa itu semakin kencang berpacu. Kapan keinginan yang terpendam ini bisa terjadi?

Oh, betapa indah bayang-bayang yang menari-nari didepan mata ini. Kulihat keceriaan sebuah kesempurnaan yang mengajarkan sebuah kecintaan. Ditengah rimbunnya semak belukar, dikelilingi rapatnya tonggak raksasa yang saling berhimpitan memenuhi seisi jenggala.

Oh…nafas murni yang diberikan alam mungkin akan membawa sebuah kuncup kehidupan untuk sang tercinta. Betapa bahagianya bila saat-saat itu bisa kulalui bersama orang terkasih.

Detik demi detik saat-saat itu aku persiapkan. Kucoba untuk memulainya dalam canda dan tawa. Ingin kuajari dia untuk bisa merasakan apa yang selama ini menjadi bagian hidupku.

Istriku…ijinkan aku juga alam ini untuk mengajarkan anak kita ini. Menyerap sebuah makna dan hakekat sebuah kehidupan. Yang dulu banyak keterima disaat kesendirianku bersamanya.

Anaku…tak mesti kau ikuti jejak langkahku, tapi mencoba mencintai cintaan-Nya bukanlah sebuah kejahatan. Kelak kau akan menyadari dan mengerti apa yang ingin kusampaikan dari sebuah perjalanan yang selama ini aku lalui.

Tak ada satu pul hal yang akan sia-sia dari setiap jejak langkah kaki yang kita ayunkan, selama kesadaran dan keinginan untuk merengkuh inti sari kehidupan ini.

Semoga kita bisa bersama menikmati keindahan alam dan keagungan dari hasil karya Yang Maha Sempurna, entah esok atau lusa saat itu akan kita nikmati bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

head>