Piagam Bumi

apa itu Piagam Bumi ???

            Piagam Bumi adalah sebuah deklarasi prinsip-prinsip pokok untuk membangun masyarakat global yang berkeadilan, berkelanjutan dan damai di abad ke-21.

            Piagam Bumi berupaya mengilhami seluruh manusia tentang pengertian baru dari saling ketergantungan global dan tanggung jawab bersama untuk kesejahteraan keluarga manusia dan kehidupan manusia yang lebih besar. Piagam Bumi merupakan cetusan harapan dan sebuah seruan untuk membantu menciptakan kemitraan global pada saat genting dalam sejarah umat manusia.

            Piagam Bumi merupakan visi etika yang terbuka, yang mengakui bahwa perlindungan lingkungan, hak asasi manusia, pembangunan manusia yang berkeadilan, dan perdamaian, adalah saling terkait dan tak terpisahkan. Piagam ini memberikan kerangka baru untuk memikirkan dan mengatasi berbagai masalah yang berkaitan dengan hal tersebut. Hasilnya adalah sebuah pemikiran yang sangat luas tentang makna pembangunan berkelanjutan.

            Piagam Bumi adalah produk sebuah wacana, yang mendunia dan lintas budaya yang berlangsung selama satu decade, tentang tujuan-tujuan dan nilai-nilai bersama.

 

Kebutuhan akan sebuah Piagam Bumi

Kita berada pada saat menentukan dalam sejarah, dimana harapan dan ancaman sama besarnya. DI bawah bahaya peperangan, ketidakadilan social dna ekonomi, serta munculnya ancaman terhadap lingkungan, umat manusia harus menetapkan bagaimana menjamin masa depan yang berkelanjutan.

Kemajuan dalam komunikasi global dan meningkatnya globalisasi dalam bidang ekonomi dan budaya menampakkan kebutuhan akan sebuah visi dan pendekatan yang terpadu untuk mengatasi masalah-masalah yang saling tergantung yang kita hadapi. Kemajuan tersebut juga menyerukan pemahaman baru tentang tanggung jawab dan tindakan global, yang membutuhkan perubahan mendasar dalam nilai, prilaku dan sikap di tingkat pemerintah, sector swasta dan masyarakat sipil.

 

“Piagam Bumi adalah sebuah wahana untuk mengatasi masalah-masalah tersebut dan perubahan yang ditimbulkannya “

 

Latar belakang

Pada tahun 1987, Komisi Dunia untuk Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa mengeluarkan seruan untuk menciptakan sebuah piagam baru yang meletakan prinsip-prinsip pokok untuk pembangunan berkelanjutan.

            Perwaklan-perwakilan dari lembaga pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat berupaya untuk menjamin diadopsinya Piagam Bumi selama KTT Bumi (Earth Summit) di Rio de Jainero pada tahun 1992. Piagam tersebut dimaksudkan sebagai kerangkan acuan etika bagi Agenda 21. Namun waktunya saat itu belum tepat.

            Gerakan Piagam Bumi kemudian diambil alih oleh Dewan Bumi dan Palang Hijau International bersama Pemerintahan Belanda tahun 1994, dengan tujuan mengembangkan upaya sebelumnya dan mempersatukan para pelaku kunci masyarakat.

            Pada tahun 1997, Komisi Piagam Bumi dibentuk untuk mengawasi proyek tersebut dan penulisan Piagam Bumi. Pada tahun yang sama, pada penutupan Forum The Rio-5 di Rio de Janeiro, Komisi Piagam Bumi mengeluarkan “Rancangan Acuan Piagam Bumi”.

            Prakarsa Piagam Bumi telah melibatkan proses konsultasi yang paling terbuka dan paling partisipatif yang pernah dilakukan dalam penulisan sebuah dokumen internasional.

            Ribuan individu dan ratusan organisasi dari seluruhbelahan bumi yangberbeda budaya, dan dari berbagai sector masyarakat, telah berperan serta. Piagam Bumi disusun oleh pakar-pakar dan perwakilan masyarakat akan rumpu. Piagam ini merupakan curahan harapan dan aspirasi yang muncul dari masyarakat sipil global. Dipadu oleh sumbangan yang lahir dari proses konsultasi tersebut, teks Piagam ini telah banyak mengalami perubahan.

            Versi terakhir Piagam Bumi diluncurkan oleh Komisi Piagam Bumi pada Maret 2000. Prakarsa Piagam Bumi telah memasuki sebuah fase baru yang berfokus pada penerjemahan prinsip-prinsipnya ke dalam tindakan nyata.

head>